DKI Jakarta tidak menemui kesulitan berarti melaju ke final Kejurnas Basket KU 16. Pada pertandingan semifinal putra di GOR Amongrogo di Yogyakarta, Senin (28/11), DKI tak perlu bekerja keras untuk menyingkirkan tuan rumah DIY 112-30.
DIY hanya mampu memberi perlawanan pada menit-menit awal di kuarter pertama. Selanjutnya, DKI sudah tak terbendung. Bahkan tim asuhan Toto Sudarsono sudah unggul jauh sejak kuarter pertama. Di final, DKI bertemu Jateng yang menyingkirkan Kalbar. Ini menjadi final idaman karena mempertemukan dua tim terbaik.
Pelatih Toto Sudarsono menilai kemenangan DKI tidak terlepas dari kondisi pemainnya yang lebih bugar karena mereka tampil pada pertandingan pertama dengan mengalahkan Sumut 77-49 di babak delapan besar. Ini memungkinkan pemainnya melakukan recovery.
Berbeda dengan DIY yang baru menyelesaikan pertandingan melawan Jabar di delapan besar pada siang hari. Apalagi, mereka harus bekerja keras untuk menyingkirkan Jabar 74-71. Mereka hanya memiliki waktu istirahat kurang dari enam jam untuk kembali bermain.
“Kami diuntungkan dengan jadwal babak delapan besar karena tampil pertama. Ini memungkinkan kami untuk melakukan recovery. Selain itu, kami juga fokus di pertahanan,” kata Toto.
Sementara, pelatih DIY Hanindito mengakui bila DKI unggul segala-galanya. Pemainnya juga sulit keluar dari tekanan sehingga tak mampu mengejar ketinggalan angka. “Kami hanya memiliki waktu istirahat yang mepet. Apa pun, DKI memang lebih baik. Mereka unggul semuanya. Meski demikian, saya puas DIY bisa melangkah ke semifinal,” ujar Hanindito.
http://www.perbasi.or.id/index.php?ref=berita&pengda=0&id=475

0 komentar:
Posting Komentar